Menggapai kemenangan

Blog EntryPosko Pasangan Halim-Jafar DirusakOct 16, '08 9:02 PM
for everyone
Posko Pasangan Halim-Jafar Dirusak Friday, 17 October 2008 MAKASSAR (SINDO) – Memasuki hari kelima tahapan kampanye Pemilu Wali Kota Makassar, suasana tidak kondusif terus terjadi.Setelah aksi klaim pemukulan,pembakaran atribut, hingga pengusiran salah satu tim sukses, kali ini Posko Pasangan Halim Abdul Razak-Jafar Sodding dilaporkan dirusak. Berdasarkan laporan tim Halim-Jafar ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar, kemarin, tim ini menyebutkan, Posko Halim-Jafar yang bertempat di Jalan Barukang III,Lorong tiga,Kecamatan Ujung Tanah, dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab,beserta satu unit sepeda motor milik sukarelawan dan sejumlah baliho milik kandidat usungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini,di sekitar lokasi kejadian dini hari kemarin. Juru Bicara Halim-Jafar Mudzakkir Ali mengatakan, warga di sekitar posko itu mengaku, hingga pukul 01.00 Wita,kondisinya masih berdiri baik.Namun,saat pagi hari, kondisinya sudah rusak.”Kejadian ini sungguh mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung.Padahal,beberapa waktu lalu semua kandidat sudah bersepakat untuk melakukan pilkada damai,” kata Mudzakkir yang juga Ketua Bappilu DPC PKS Makassar,kemarin. Terkait perusakan ini, kandidat wakil wali kota Jafar Sodding sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Dia meminta semua pihak berlaku dewasa dalam proses politik ini. Kepada sukarelawannya, Wakil Ketua DPRD Makassar ini mengharapkan agar tetap tenang dan tidak terpancing melakukan perilaku serupa. ”Biarlah mereka yang melakukannya, asalkan jangan kita. Kita tetap harus menjaga etika dan akhlak,jangan sampai menyakiti dan melakukan perbuatan yang tidak benar,”ujarnya. Aksi perusakan yang diklaim dilakukan pihak tertentu saat ini sudah dilaporkan ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti. Hanya,panitia pengawas ini belum melakukan tindakan karena masih mempelajari terlebih dulu laporan dan barang bukti yang diserahkan. ”Kami sudah menerima laporannya yang diantar langsung tim Halim-Jafar. Kita akan menindaklanjuti masalah ini, bahkan beberapa tim sudah terjun ke lokasi. Akan tetapi, bukti yang kami peroleh masih nihil,dan itu akan terus kami kembangkan,” ucap anggota Panwaslu Sakka Pati,petang kemarin. Saling Mencurigai Pada sisa 12 hari pemilu wali kota, aksi saling mencurigai antara tim kandidat dan tim lainnya mulai diperlihatkan. tim hukum Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur (IASmo) misalnya,menuding tim Idris Manggabarani-Adil Patu (Idial) melakukan pengerahan massa dari Kabupaten Gowa dan Maros saat kampanye akbar pasangan nomor urutduainiditigalokasisecara terpisah kemarin. Berdasarkan pemantauan tim bantuan hukum IASmo di BTP dan Barombong atau perbatasan di dua kabupaten tersebut, massa tim Idial yang berasal dari Maros mulai dilihat sejak pagi hari dengan memasuki tempat kampanye Idial di Lapangan BTP, Tamalanrea. Sementara, massa yang berasal dari Gowa berbaur dengan sejumlah massa di Lapangan Hertasning, siang harinya. ”Fakta ini perlu diwaspadai karena ada dugaan kuat pengerahan massa dari Kabupaten Gowa dan Maros akan dilakukan saat pencoblosan dengan memanfaatkan kertas suara yang tidak terpakai.Pemilih siluman dikhawatirkan terjadi di kecamatan pinggiran,” papar Tim Bantuan Hukum Kecamatan IASmo, Ahmad Farid dan Fachry Jawad serta Sadi Rinaldi melalui rilis yang dikirim ke SINDO. Saat dikonfirmasi,pasangan Idial membantah melakukan pengerahan massa dari dua kabupaten tersebut.Juru Bicara Idial, Syamsu Rizal, menegaskan, pihaknya sama sekali tidak melakukan mobilisasi massa, khususnya dari dua kawasan tersebut. ”Apa juga untungnya kami melakukan pengerahan massa dari daerah itu. Di mana logikanya, Pilkada Makassar orang Gowa yang mau didatangkan. Ada-ada saja kecurigaannya itu. Ini pertanda bahwa mereka ketakutan dengan kekuatan kami,”tandas Ical––sapaan akrab Syamsu Risal––saat dikonfirmasi terpisah. IASmo dan Ikrar Rebutan Tempat Sementara itu, tim Iriantosyah Kasim-Razak Djalle (Ikrar) dan sejumlah pendukung IASmo,tadi malam bersitegang memperebutkan pemasangan panggung yang akan ditempati dua tim kandidat ini untuk kampanye akbarnya di Lapangan Hertasning. Menurut pengakuan tim Ikrar, pihaknya bermaksud memasang panggung yang akan ditempati pasangannya untuk kampanye akbar hari ini. Akan tetapi, beberapa orang yang mengaku dari IASmo ngotot juga untuk segera memasang panggungnya untuk ditempati saat kampanye akbar IASmo, Sabtu (18/10) besok. ”Mereka sangat ngotot untuk tetap memasang panggungnya. Padahal, kami yang mendapat kesempatan besok. Makanya, kami tidak mau ribut dengan ulahnya, dan langsung masalah ini kita sampaikan ke aparat kepolisian Makassar Timur agar mengamankan suasana ini,” ujar Juru Bicara Ikrar, Laode Darmono, yang berada di lokasi tersebut tadi malam. Dia mengharapkan agar semua pihak, termasuk tim IASmo, saling menghargai dan tidak mengganggu aktivitas kandidat lain. Sebab, jadwal kampanye sesuai kesepakatan bersama maupun keputusan KPU, pasangan Ikrar seharusnya mengguna- kan lokasi itu.”Jadi tolonglah kita saling menghargai. Masak kami yang mendapat kesempatan kampanye untuk besok, baru ada yang ngotot pasang panggung. Mari kita semua jadikan proses pilkada ini sebagai pembelajaran politik untuk Makassar,” ujarnya. Minta Lapor di Panwas Terkait aksi saling mencurigai maupun indikasi pelanggaran yang dilakukan kandidat lainnya, Panwaslu Makassar meminta semua tim kandidat melaporkan ke pihaknya besertabuktiyangada. Mereka mengharapkan agar masing-masing kandidat dan timnya tidak sekadar saling menuding lewat media, akan tetapi melaporkan indikasi pelanggaran. ”Jadi jangan hanya berkoar-koar di media,tapi laporkan ke kami kalau memang ada indikasi pelanggaran yang dilakukan tim lain,” kata anggota Panwaslu Sakka Pati. Selain itu,dia mengharapkan agar tim kandidat beserta sukarelawannya menahan diri dan tidak melakukan cara- cara yang justru mencederai proses pemilu wali kota maupun kesepakatan damai bersama yang sudah ditandatangani tujuh pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, sebelum tahapan kampanye dimulai. (arif saleh)

kaderkeder wrote on Oct 16, '08
senyum dan lawan
Add a Comment
   
© 2010 Multiply   About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.